Yudi adalah seorang anak berumur 5 tahun, anak kecil... tapi dia memiliki ibu tiri namanya Bu Eri... ibu kandungnya meninggal...
jadi... ayahnya menikahi Eri, teman lamanya, kekasihnya yang dulu...
"Yudi, ayo kita pulang" kata Eri
"nggak mau, mendingan aku pulang ama Rasti" kata Yudi sembari menjauhi ibu tirinya
"anak itu, entah bagaimana aku berkomunikasi bagaikan ibu dan anak" katanya kepadaku
aku bekerja di sebuah TK... tak jarang banyak anak-anak yang senang menjahiliku...
"anda... sudah berbicara dengannya dirumah?" jawabku
"sudah, aku sudah mencoba... tapi kasihan juga, sekecil itu sudah memiliki ibu tiri" serunya sedih
"apa kamu mencintai Yudi?"
"hag? tentu saja ya..."
percakapan itu berlanjut hingga sore hari sampai kami pulang.
esoknya, di TK tempat saya bekerja
"Yudi, pernah nggak kamu bicara ama mama kamu?"
"hm... pernah" jawabnya polos
"apa kamu suka dengannya?" kataku
"aah... hm..." jawab Yudi, pucat
"kamu pengen apa sih sekarang?" tanyaku, sepertinya aku memiliki ide!
"haa... pengen robot Gundam!"
lalu ketika Bu Eri menjemput Yudi
Yudi masih menolak untuk pulang bersamanya
"Baiklah kalau begitu!" kata ibu Yudi sembari meninggalkan TK tempatku bekerja
jadi, aku pulang bersama Yudi...
di tengah jalan, aku dan Yudi, bertemu Bu Eri sedang tersedu-sedu di sebuah gazebo di kompleks perumahan mereka
"Dia membenci Yudi" sahut Yudi berbisik
"dia ibumu, tak mungkin dia marah padamu..." kataku
aku menghampiri Bu Eri...
"oh!" kata Bu Eri terkejut
"hai bu!" sapaku...
"kamu dengan Yudi?"
aku hanya melirik pada Yudi, yang memunggungiku
"kamu tahu kenapa aku menjemput Yudi?"
"gak?"
"yah, ayahnya adalah orang yang sibuk... jadi dia tidak dapat menjemputnya... aku memiliki inisiatif untuk dekat dengannya, seperti ibu dan anak" jawabnya
"oh gitu" kataku, tak mampu menjawab
"Yudi, ayo kita pulang" serunya
"hah? OK!"
esoknya
aku menjelaskan apa yang Yudi mau tentang mainan Gundam
"oh, itu sesuatu yang..."
"patut dicoba?" jawabku memotong.
"ya, terima kasih, kau sangat membantu.
dan ya!
besoknya Yudi menceritakan semuanya
padaku... hanya padaku
"bang, aku dapat mainan yang aku pengen"
"oh yah? dari siapa?"
"mama..."
"kan udah dibilangin, dia itu ibumu, tak mungkin dia membencimu" kataku
"ahahah" tawa ceria khasnya
dari hari ke hari
aku melihat ikatan itu
ikatan yang solid
tidak perlu tiri atau kandung
... sebuah ikatan ...
.. antara ibu ..
. dan anak .
TAMAT
Friday, April 9, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment