"Kegelapan adalah kesepian, sehingga kau berpikir kau tidak sendirian"
UN, Ujian Negara waktu SMP
Ketakutan semu, akan waktu yang tak mampu kuulang
Dulu, saya hanyalah seorang pemalas...
Hanya mau menang... Hanya mau menjadi pahlawan
Langsung saja kita ke TKP! huahahah
Di ruangan kamarku dulu, bohlam lampu mati dan belum sempat diganti, kamarku yang gelap juga penuh perenungan
Tinggal seminggu lagi aku akan menjalani Ujian Nasional. Tapi, aku tak mampu menahan perihnya, sakitnya perenungan ku pada saat itu
Atmosfir di kamar itu kosong, hanya paling tidak, terdengar suara TV di ruang tamu, seperti biasa, masih seringnya sinetron yang ditayangkan setelah maghrib.
"Orangtuaku, abang-abang, om dan tante... aku telah banyak mengecewakan orang, kali ini bagaimana?" kataku dalam hati
"Oh, aku merasa kosong... Bagaimana aku bisa lulus? Aku sungguh tak mahir dalam apapun!" kataku selanjutnya
"Oh, kalau aku tidak lulus. Aku harus mengulang lagi, tapi tak 'kan ada yang sudi membiayai aku..." kataku cemas
"Tapi aku tidak mampu. Aku tidak mampu melanjutkan ke jenjang SMA. Aduh!?" kataku kalut
"Oh, santai saja... kau tak akan lulus" kata seseorang(?), yang memiliki suara sepertiku, tepat dibelakangku
"S-siapa...?" kataku kalut juga bingung
"Sederhana, cukup panggil aku Lu!"
Aku menghadap kebelakang. Aku melihat diriku sendiri, dan seolah waktu berhenti
"OK Lu, siapapun kau, kau sangat membantu!" jawabku marah
"Oh tentu saja, pasti! Lagipula kau hanya seorang pemalas"
Aku terdiam
"Pasti! kau juga adalah penipu! Mengatakan semuanya baik-baik saja pada orang lain"
Aku kembali terdiam, dan dia mulai tersenyum
"Dan, kau tak lebih daripada pengecut. Dengan manjanya menginginkan kelulusan tanpa melakukan apapun!"
Aku hanya mendesah ketakutan, dan dengan sumringah, bayangan itu melanjutkannya.
"Hahaha. Dan kau adalah seorang yang bodoh, kau tak tahu apapun tentang mata pelajaran" katanya
"A-apa? Tolong hentikan!" kataku mengumpulkan tenaga mencerna suasana
"Oh, kau tak berharga, kau cengeng, kau ceroboh, kau boros! Kau bahkan tak berhak menjadi manusia, gedoy!" Jawab Lu
"B-bagaimana kau tahu? Tentang itu semua!" tanyaku panik
"Aku tahu! karena kau adalah aku!" jawab Lu
"..."
"Aku sudah bosan jadi bayanganmu...!" kata Lu
"Tidak, tidak, tidak..."
"Bahkan kau takut padaku, bukankah kau menyukai kegelapan? Hati yang tertanam melalui kejahatan"
"Aku tahu itu semua. Aku tahu aku takut. Aku tahu tentang masa laluku! Tapi, ini semua tidak ada hubungannya"
"Ooouh!" kata Lu dengan nada mengejek
"Aku telah memikirkan itu semua, aku akan mengalami itu semua, itu sebuah jalan, itu semua sebuah takdir, aku juga tahu rasanya jadi dirimu, aku juga dulu pernah menjadi bayangan orang lain, dan aku bosan juga..." kataku, mengatakan apapun yang ada
"..." kini Lu terdiam
"Lagipula ini hanya ujian, bukan? Lalu apa salahnya belajar?" kataku, klise, abangku pernah mengatakannya padaku
"..." jawab Lu
"Terima kasih Lu, kau telah membuka mataku..."
Lu tersenyum, lalu menghilang
Aku hanya tahu, dia mengetahuiku
Dia adalah bayangan, cermin ketakutan dari diriku sendiri
Mulai saat itu, aku belajar
Aku belajar, berbagai macam hal
Aku menyadari, apapun yang kulakukan, akan berakhir dengan Lu menghina diriku, dengan cara yang sangat membuatku tidak nyaman akan hal itu
Sehingga aku memiliki kalimat favorit ku saat itu
"Selama kau memiliki bayangan, kau akan mampu melihat jauh ke belakang, tepat ke masa lalu"
TAMAT
Tuesday, April 13, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment